Thursday, March 31, 2011

Kembali ke Bahasa Indonesia

Kedatangan arus kebudayaan global di negara kita, Indonesia, dapat dikatakan “tidak mengenal waktu dan ruang.” Kehadiran pengaruh-pengaruh kebudayaan global di Indonesia dapat ditelusuri dari masa ke masa sejak dari zaman pra sejarah sampai kedatangan pengaruh kebudayaan Barat.

Jika dilihat dari segi waktu, dapat dikatakan bahwa pengaruh kebudayaan bangsa-bangsa lain di dunia sudah masuk di Indonesia sejak ribuan tahun sebelum Masehi.

Sedangkan jika dilihat dari segi ruang, kepulauan Indonesia merupakan suatu wilayah yang terbuka untuk kedatangan pengaruh unsur-unsur kebudayaan dari seluruh penjuru dunia; dari arah utara, selatan, barat, timur, barat laut, timur laut, barat daya, dan tenggara. Selain itu, tanah di kepulauan ini menyediakan berbagai komoditi (pertambangan dan pertanian) yang dicari oleh pasar internasional. Oleh karena itu, Indonesia menjadi tempat berkumpulnya hampir semua agama di dunia yang datang bersamaan dengan proses perdagangan

Selain sistem kebudayaan agama, sistem kebudayaan keduniawian masuk juga ke Indonesia. Unsur-unsur kebudayaan keduniawian Belanda, Inggris, Amerika, Cina , Korea, Jepang, dan lain-lain tetap dikenal sebagai sistem budaya asing. Namun demikian, beberapa unsur dalam sistem budaya asing ini telah menjadi bagian dari sistem budaya nasional Indonesia, contohnya: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni.

Faktor-faktor tadi berpengaruh terhadap kebudayaan di Indonesia, salah-satunya di bahasa. Pengaruh kedatangan bangsa asing ke Indonesia membuat bahasa Indonesia jarang lagi digunakan oleh masyarakatnya, bahkan banyak yang lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara sehari-hari.

Bahasa asing memang bagus, khususnya bahasa Inggris, yang sudah termasuk bahasa global yang digunakan di seluruh dunia. Tapi jangan sampai melupakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa kita sebagai bangsa Indonesia, yang merupakan salah satu kebudayaan yang harus dijaga dan dipertahankan. Bukankah kemarin kita marah ketika Malaysia ingin mengklaim bahasa kita itu sebagai bahasa mereka?

Oleh karena itu, mulai sekarang, marilah budayakan untuk selalu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengaruh budaya asing boleh saja diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tapi kita harus waspada untuk selalu menyaring hanya pengaruh yang positif saja yang digunakan.

Banggalah dengan bahasa kita, karena bahasa Indonesia telah digunakan sejak abad ketujuh masehi, dan bangsa asing pun tertarik dengan bahasa kita ini. Terbukti 45 negara mempelajarinya di beberapa sekolah dasar. Bahkan di kota Ho Chi Minh, bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua yang digunakan oleh masyarakatnya.
Dan lagi, dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia, wikipedia indonesia berada di peringkat ke 26.

Meski bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu namun bahasa Indonesia kini telah berbeda dari bahasa Melayu, baik dari susunan kata atau fungsi kata. Contohnya adalah pada kasus Manohara yang tengah hangat akhir-akhir ini. Jika Anda simak dialog antara warga Negara Indonesia dengan warga Negara Malaysia di televisi, maka akan Anda temukan beberapa penggunaan kata yang berbeda seperti kata ‘boleh’, ‘bisa’ dan sebagainya. Dengan kata lain, bahasa Indonesia adalah bahasa yang hanya ada satu-satunya di dunia. Satu-satunya bahasa yang menjadi identitas warga Negara Indonesia.

0 comments:

Post a Comment