Saturday, June 4, 2011

Adil Dari Segala Sisi

Pada suatu hari yang terik seorang musafir bermaksud mencari tempat untuk berteduh. Ia hendak melepas kepenatannya setelah setengah hari perjalanan. Tidak lama kemudian dijumpainya sebuah pohon beringin yang rindang dan berbuah lebat.

Disandarkan tubuhnya yang sudah terasa berat pada batang pohon beringin itu. Sambil tiduran ditebarkannya pandangan ke hamparan sawah di hadapannya. Tampak buah-buah semangka sebesar bola terhampar di sawah itu.

Demi melihat pemandangan tersebut, sang musafir bergumam sendirian, ''Sungguh tidak adil Allah itu. Pohon beringin yang begitu kokoh dan kuat ternyata berbuah hanya sebesar buah anggur. Sedangkan pohon semangka yang begitu kecil dan rapuh berbuah sebesar bola.'' Tidak lama kemudian tertidurlah ia di bawah pohon beringin itu.

Tiba-tiba ada sebutir buah beringin jatuh tepat mengenai kepala sang musafir. Ia terbangun. Dalam hati ia berkata, ''Seandainya saja buah beringin itu sebesar buah semangka entah bagaimana keadaannya jika buah itu jatuh menimpa orang yang berteduh di bawahnya. Sungguh Allah Mahaadil atas segala sesuatu.'' Diucapkannya istigfar berkali-kali untuk mohon ampun kepada-Nya karena telah berani mengatakan bahwa Allah tidak adil. 

cerita yang sangat sederhana, bukan? tapi, bisakah kita mengambil hikmah dari cerita sederhana tersebut? bukankah tanpa sadar kita jugas sering melakukan hal seperti musafir dalam cerita tersebut? tanpa sadar kita mengeluh akan nasib yang diberikan Allah kepada kita, padahal sungguh, tidak ada yang sia-sia dari ciptaan-Nya.

Sering kita berprasangka kepada Allah atas segala kejadian buruk yang menimpa kita. Bahkan terkadang sampai berani menghujat-Nya dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil sehingga ada yang sampai kehilangan keyakinannya terhadap Allah sama sekali.

Seringkali dalam menilai segala sesuatu manusia lebih menekankan pada unsur perasaannya saja. Tidak mengherankan bila timbul prasangka- prasangka buruk kepada Allah, jika yang ada di hadapan/dialaminya itu tidak sesuai dengan yang diharapkannya.

Padahal Allah dengan jelas telah berfirman, ''Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Allah Maha-mengetahui, sedang kamu tidak.'' (QS Al-Baqarah: 216) 

jadi kalau begitu, siapakah yang tidak adil? apakah Allah yang telah menciptakan kita, yang telah memberi kita napas sehingga detik ini kita masih bisa hidup dan melihat dunia? ataukah kita, yang hanya menilai sesuatu berdasarkan perasaan kita? sungguhlah Allah Maha Mengetahui, tidak ada yang bisa melebihi keMahaadilan Allah.

selain itu, kebaikan yang bernilai tinggi di sisi Allah adalah berbuat baik kepada orang yang jahat kepada kita. Allah berfirman, "Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan." (QS 28:54). 

last but not least, bukalah mata dan hati kita, perbaiki lagi konsep keadilan dalam pikiran kita. yang menurut kita adil mungkin tidak adil bagi orang lain, dan tidak adil-nya kita, mungkin saja memiliki alasan tertentu, mengapa bagi orang lain adalah adil.
 

Tentang Oprah Winfrey

Oprah Gail Winfrey, lahir di Kosciusko, ia pada tanggal 29 Januari 1954. ia besar di sebuah peternakan, dibawah asuhan neneknya yang keras bernama Hattie Mae, selama 6 tahun.
Oprah memiliki bakat alami untuk berbicara di depan umum, khususnya di gereja neneknya sejak umur 3 tahun. ketika berumur 6 tahun, oprah tinggal kembali bersama ibunya, Vernita, di Milwaukee, meskipun tetap dalam keadaan sangat miskin.

ibu Oprah sangat sibuk dengan pekerjaannya, dan kerap kali tidak memiliki waktu bagi anak-anaknya. lambat laun perilakunya semakin tidak terkendali. pada usia Oprah yang ke-14, ia mengalami pelecehan seksual oleh sepupunya sendiri, dan bahkan sampai hamil. namun bayinya meninggal tidak lama setelah dilahirkan. saat itulah ibunya menyerah untuk mengurus Oprah, dan ia pun dikirim untuk tinggal bersama ayahnya di Nashville. ayahnya merupakan orang yang sangat ditakuti oleh oprah. ayahnya sangat disiplin, dan dapat membuat Oprah berubah menjadi lebih baik, karena ayahnya tidak dapat mentoleransi nilai-nilainya yang buruk di sekolah, juga perilaku negatifnya.

lama kelamaan Oprah bangkit, berkat peraturan-peraturan ketat yang diberlakukan ayahnya, Vernon Winfrey dan ibu tirinya, Zelma. tidak hanya peraturan, Oprah juga mendapatkan cinta dan perhatian yang memang diinginkannya. hasilnya, nilai-nilai di sekolahnya meningkat, ia memenangkan beasiswa sebesar $1000 untuk pidatonya, "Orang Negro, Konstitusi, dan Amerika Serikat."

pada usia 17 tahun, untuk pertama kalinya Oprah terjun kedalam dunia kerja, yaitu sebagai penyiar berita di stasiun radio lokal, dengan gaji $100 setiap minggu. hingga pada usianya yang ke-19, sebuah stasiun televisi di Nashville menemukannya dan mempekerjakannya sebagai wartawan dan penyiar berita.

masa-masa sukses Oprah dimulai pada tahun 1976, ketika ia menjadi pembawa acara TV di Baltimore dan dipromosikan sebagai pendamping pemandu Talkshow "People Are Talking", yang ratingnya terus meningkat berkat gaya oprah yang jujur, rendah diri, tapi juga lucu. pada 1984, oprah mendapat terobosan besar, ia diminta menjadi pemandu acaranya sendiri di Chicago. Oprah bahkan mengalahkan Phill Donahue dengan shownya yang dijuluki raja TV siang hari. show itulah, The Oprah Winfrey Show yang meraih sukses dengan cepat dan menjadi pertunjukan yang paling populer di TV, sekaligus menjadikan Oprah sebagai bintang wanita kulit hitam dengan bayaran tertinggi. 

lalu pada april 2000, Oprah memperkenalkan majalah bulanan bernama O, The Oprah Magazine. seperti acaranya, majalahnya pun sukses dalam sejarah penerbitan dengan 2,3 juta pembaca setiap bulannya. waw.
Oprah juga membintangi beberapa film, juga memproduseri broadway theatre, memiliki situsnya sendiri, dan memiliki radio satelit sendiri.

meskipun begitu, Oprah tidak pernah melupakan komitmennya terhadap kemanusiaan. ia mendukung kaum minoritas ketika terjadi sentimen anti muslim setelah tragedi 11 september.

Oprah menunjukkan bagaimana kerja keras sungguhlah dapat berbuah kesuksesan, dan tidak ada gunanya berlarut-larut dalam masalah. bangkit dan berkaryalah!